Friday, November 26, 2010

KHASIAT DAN RAHSIA AYAT KURSI


MAKNA AYATUL KURSI

Dialah Tuhan, tiada Tuhan yang sebenar melainkan dialah yang hidup kekal berdiri
dengan sendirinya.

Tidak dipengaruhi oleh rasa mengantuk dan tidur.

Tuhan mempunyai segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi

Tak seorang pun yang sanggup memberi syufaat disisinya kecuali dengan izinnya.

Tuhan mengetahui segala apa yang ada di hadapan dan yang ada di belakang.

Sedang mereka tidak mengetahui sesuatu daripada ilmunya melainkan
sekadar mana yang Tuhan kehendaki.

Amat luas kursi Tuhan sepenuh langit dan bumi.

Tidak berat bagi Allah memelihara kedua-duanya dan Allah Maha Tinggi Lagi Maha Agong.


Maksudnya:

           Allah, tidak ada yang maha benar di sembah
hanya Dia yang Hidup dan Maha Kaya, tidak pernah di timpa mengantuk dan
tidak pernah tidur, bagi Nya sesuatu yang ada di langit dan yang ada di
bumi, tidak ada yang bisa memberi syafaat kecuali dengan izin Nya. Ia maha
mengetahui segala apa yang terjadi di hadapan mereka dan dibelakang mereka.

           Tidak lah mereka meliputi ilmu nya sedikit juga kecuali yang di
kehendaki Nya. Lebih luas kursinya dari seluruh langit dan bumi. Tidak lah
susah bagi Nya memelihara keduanya. Ia Maha Tinggi dan Maha Besar.

PENJELASAN TENTANG TURUNNYA AYATUL KURSI:

Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam setelah hijrah. 
Menurut riwayat setengah ahli-ahli tafsir,
"Ayatul Kursi" diturunkan disertai dengan 40,000 malaikat dan setengah lagi
mengatakan sebanyak 80,000 malaikat sebagai penghantarnya kerana kebesaran
dan pri mulianya serta pentingnya Ayatul Kursi itu. Rasulullah s.a.w.
segera memerintahkan penulis al-Quran, yang pada masa itu Saiyidina Zaid bin
Tsabit agar segera menulisnya dan menyebarkannya.

Syaitan dan iblis menjadi gempar
kerana adanya suatu alamat yang menjadi perintang dalam perjuangannya.
Iblis Alaihi Al-lanatullah memerintahkan sekalian Syaitan-syaitan supaya
menyiasat dan mencari punca yang menyebabkan rasa resah gelisah yang berlaku dalam
golongan hantu-syaitan. Lalu mereka pun mendapati itu adalah bahana
turunnya Ayatul Kursi di Madinahatul-Almunawarah.

           Ada terdapat sembilan puluh-lima
buah hadith yang menjelaskan fadlilah Ayatul Kursi. Sebabnya disebut ayat
ini dengan ayat Kursi, kerana didalamnya terdapat perkataan Kursi, ertinya
tempat duduk yang megah lagi mempunyai mertabat. Dan bukan yang dimaksudkan
dengan kursi ini tempat duduk tuhan, tetapi kursi itu adalah syiar atas kebesaran Tuhan.

           Tuhan jadikan kursi meliputi tujuh lapis langit dan tujuh
lapis bumi. Kebesaran tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi jika
dibandingkan dengan kebesaran kursi adalah seumpama serumpun pohon ditengah
Padang pasir yang luas. Disamping kiri dan kanan kursi yang kecil untuk
menambah keindahan dan kemegahannya duduk pada tiap-tiap kursi itu malaikat
yang membaca ayat kursi dan malaikat yang menulis pahala orang yang membaca ayat kursi itu.

NAMA AYATUL KURSI

           Ayatul Kursi mempunyai 390 nama tetapi
yang biasa dikenal dan biasa dikatakan ialah "Ayatul Kursi" kerana didalam
susunan ayat itu ada tersebut kalimat Kursi, maka dinamakan Ayatul
Kursi.Kursi adalah salah satu dari ciptaan Allah sebagaimana
Allah menciptakan langit, bumi, tingginya gunung dan luas dan besarnya laut.
Kursi yang diciptakan itu melingkungi tujuh petala langit dan tujuh petala bumi.

KURSI DARI MUTIARA.

Kata Abu Al-Syaikh dan Abu Nu'aim - menurut
riwayat daripada Syaidina Ali Karramal Allah:
Wajahahu Kursi dan Qalam diciptakan Allah dari Mutiara. Qalam  itu panjangnya sama dengan perjalanan
 700 tahun dan hanya Allah saja yang mengetahui berapa panjangnya Kursi.

           Riwayat daripada Ibnu Jarir dan Ibny Hatim - adalah langit dan
bumi terletak didalam Kursi diantara Arasy Allah.Menurut apa yang tercatit
dalam kitab Raunaqut tafsir, adalah diantara Malaikat yang menanggong Arasy
dan Malaikat yang menanggong Kursi 70 lapis awan kelam dan 70 lapis awan
cahaya, tebalnya tiap-tiap selapis awan itu perjalanan 570 tahun. sekiranya
tidak ada yang tersebut nescaya terbakar pukulan cahaya yang begitu kuat
dan cerah dari penanggong-penanggong Arasy.

           Menurut daripada riwayat "Akramah
cahaya matahari itu adalah satu bahagian dari 70 bahagian cahaya Arasy.

BERAT AYATUL KURSI:

Abu-Zar Al-Ghafari bertanya kepada Rasulullah
s.a.w. dan beginda menjawab:
Jika dibandingkan langit dan bumi dengan Ayatul
Kursi samalah seperti selingkar rantai dicampakkan kebumi. Sekiranya langit
 dan bumi serta segala yang ada padanya ditaruh dalam sebuah neraca dan
ditimbang dengan Ayatul Kursi, nescaya Ayatul Kursi lebih berat timbangan nya.

KANDUNGAN AYATUL KURSI:

           Ayatul Kursi mengandungi 16 fasal, tersusun
dari 50 perkataan, dirangkaikan dengan huruf sebanyak 170 huruf. Bilangan
ini adalah bilangan terpilih. Siapa mengekalkan membaca Ayatul Kursi
sebanyak bilangan yang tersebut, tidak ada sesuatu yang dituntut olehnya
melainkan berhasil, merangsang jiwa, digurum dan dihormati. Tidak siapa
yang boleh menyusahkannya samaada dengan perbuatan ataupun  dengan perkataan.

CAHAYA AYATUL KURSI:

Pada malam Meraj, Rasulullah s.a.w.
terlihat tiga jenis cahaya di Lauhul Mahfuz berasing-asingan di tiga penjuru.
Rasulullah s.a.w. pun bertanya apakah cahaya itu, dijawab:
Yang pertama itu adalah dia kedudukan cahaya Ayatul Kursi.
Yang kedua itu dia kedudukan cahaya surat Yasin,
Yang ketiga itulah dia kedudukan cahaya surah
Al-Ikhlas (Qul-huallah-U-Ahad).

Bertanya Rasulullah s.a.w. apakah ganjaran
Ayatul Kursi itu dijawab: dialah mengandungi sifat-sifat Allah, siapa-siapa
membacanya dia akan melihat wajah Allah pada hari kiamat yang diisyaratkan
dalam Al-Quran.

BERKAT AYATUL KURSI:

Al-Hassan bin Syam'un meriwayatkan
daripada Saidatina Aisah r.a anha berkata:

Datang seorang sahabat
mendapatkan Rasulullah dan mengadu bahawa kekurangan berkat dirumah
tangganya. Jawab Rasulullah s.a.w. dimanakah engkau dari Ayatul Kursi?
Ayatul Kursi itu tidak dibaca pada suatu makanan melainkan ada berkatnya.

           Ulamak mengambil daripada hadis itu dan menerangkan, membaca
Ayatul Kursi sebanyak 313 kali pada makanan dan minuman, ditiupkan
tiap-tiap kali bacaan pada makanan dan minuman itu, akan bertambah berkat dengan izin Allah.




MEMPELAJARI AYATUL KURSI:

Terdapat dalam tafsir Bahrul-ulum,menyatakan :-

           Rasulullah s.a.w. bersumpah dengan kebesaran nama Allah dan
kudrat kuasanya telah bersabda siapa-siapa mempelajari Ayatul Kursi dan
mengatahui benar-benar akan hak ayat itu, Allah s.w.t. akan membukakan
lapan pintu syurga baginya dipersilakan ia masuk dimana-mana pintu yang dipilih
oleh nya sendiri.

KHASIAT AYATUL KURSI:

LIDAH AYATUL KURSI:

           Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. menepuk-nepuk dada Abuzar sambil berkata:
"Tidak terlindung dari engkau Abuzar, Demi nyawaku disisiNya. Sesunggohnya Ayatul
Kursi itu mempunyai lidah dan bibir mengucap takdis dan tasbih di kaki
Arasy, dialah perbendaharan rahmat Allah dibawah Arasy, tidak satu pun yang
baik didunia ini bagi Akhirat melainkan telah dilingkungi olehnya.

AMALAN AYATUL KURSI:

Ibnu-Dharis menceritakan katanya:-

           Seorang sahabat telah meningal dunia, setelah dikebumikan pada malam nya saudara bagi mayat itu
telah bermimpi dan melihat mayat didalam kuburnya.

Dia bertanya :       Apakah amalan yang terlebih baik bagimu?
Jawab mayat :        Sebaik-baik amalan bagiku ialah membaca Al-Quran.
Ditanya lagi  :           Apakah ayat yang terlebih Afdhal di dalam Al-Quran?
Jawab mayat :        Ayatul Kursi.
Tanya lagi     :          Adakah engkau berkehendak sesuatu daripada kami.
Jawab mayat :        Aku tidak berkehendak apa-apa selagi Ayatul Kursi menjadi amalanku.

PERTOLONGAN AYATUL KURSI:

Abi-Qutadan radial-lahu anhu, meriwayatkan katanya, Rasulullah s.a.w
bersabda:

           Siapa-siapa membaca Auatul Kursi tatkala dalam kecemasan nescaya
 mendapat pertolongan sebagaimana kejadian seorang dalam pengambaraan
merentas hutan rimba tiba-tiba diserang oleh seekor serigala maka ia terus
membaca Ayatul Kursi, maka berpaling lah serigala itu dan pergi dari mana
ia datang lantas meninggalkan mangsanya.

Siapa-siapa yang membaca Ayatul Kursi dengan dawam setiap kali selesai sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang,setiap kali masuk kerumah dan kepasar, setiap kali masuk ketempat tidur dan pergi musafir, 
insya Allah ia akan diamankan dari godaan syaitan dan kejahatan raja-raja yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan binatang yang memudaratkan. Terpelihara dirinya, keluarganya, anak-anaknya,
hartanya, rumahnya dari kecurian, kekaraman dan kebakaran. Didapatnya keselamatan dan kesihatan jasmaninya dengan izin Tuhan yang hidup dan Berdiri Sendiri (Maha Kaya)

5 RAHSIA AYATUL KURSI

Siapa-siapa membaca
Ayatul Kursi sebanyak 170 kali. Tidak ia :

Menurut sesuatu darjat yang
mulia dalam kehidupannya didunia dan akhirat melainkan
diperolehi.Meminta rezeki yang halal, mudah dan lapang melainkan mendapat.
Membayar hutang-piutang walau banyak seperti gunung sekali pun melainkan didorongkan

sebab hingga terjelas hutang-piutangnya.
Jika dikepong oleh musuh, atau orang jahat atau binatang buas melainkan dilepas ia dari pada kepongan
itu.Jika musuh benar-benar menyakiti, menganiaya, menyushakan dan membuat fitnah. Apabila ingat di hati musuh itu hendak dimusnahkan, melainkan dikabulkan Allah dan musnahlah musuh itu.

RIWAYAT TENTANG KHASIAT AYATUL KURSI.

Imam Ghazali menerangkan dalam kitabnya, Khawasul Quran: bahawa ibnu
Kutaibah meriwayatkan:

Suatu peristiwa yang terjadi di negeri Basrah, salah
seorang pedagang kurma bernama Ka'ab telah pergi kenegeri Basrah membawa
barang dagangan nya, untuk dijual di pasar Basrah. Setelah Ka'ab sampai
disana, ia mencari tempat penginapan. Tetapi semuanya telah penoh diisi
oleh pedagang-pedagang yang telah datang terlebih awal dahulu. Kemudian Ka'ab
melihat sebuah rumah kosong, dindingnya terdapat banyak sarang laba-laba.
Kelihatan nya rumah itu telah lama tidak didiami orang. Ka'ab datang kepada
yang empunya rumah, ia ingin menyewa rumah itu selama lebih kurang satu
minggu. Kata yang empunya rumah, rumah itu aneh sekali, selalu menjadi buah
bicara masyarakat ramai. Menurut kata-kata orang: rumah itu ditempati oleh
jin ifrit. Banyak orang yang menempatinya binasa kerananya. Ka'ab berkata,
meskipun demikian, kerana tempat lain tidak ada, saya bersedia tinggal
ditempat itu, asal saja yang empunya mengizinkan.

"Baiklah" kata yang
empunya rumah. "Saya tidak keberatan dan saya tidak memungut sewa apa-apa".
Ka'ab tinggal dirumah itu mulai petang hari tidak merasa takut, tetapi
setelah tengah malam Ka'ab, menampak bayangan hitam dengan dua buah mata
bernyala-nyala seperti api, mendekati Ka'ab. Maka segera Ka'ab bangun dan
membaca "Al-laa-hu-laa-ilaaha illaa huwal Haiyul Qayyuum" tetapi bayangan
hitam selalu mengikuti apa yang dibaca oleh Ka'ab, sehingga hampir pada
akhir ayat. Tetapi setelah Ka'ab membaca akhir ayat yang berbunyi "Walaa Ya
Uuduhu Khif-Dzuhumaa wahu wa 'Aliyul Adzim'".  tidak kedengaran lagi suara yang mengikutinya.

Ka'ab heran dan diulangi nya lagi: "Walaa Ya Uuduhu
Khif-Dzuhumaa wahu wa 'Aliyul Adzim".tetapi tidak lagi ada suara yang
mengikuti nya maka dibaacanya berulang kali dan bayangan hitam itu pun
lenyap lah dari pandangan Ka'ab dan tercium sesuatu bau seperti sesuatu
yang terbakar. Kemudian Ka'ab pun tidur di tempat itu dengan tidak mendapat
ganguan apa-apa. Dipagi hari Ka'ab melihat disalah satu sudut rumah itu
bekas-bekas seperti ada sesuatu yang telah terbakar dan tampak ada abu.

Disaat itu Ka'ab mendengar suatu suara berkata: "Hai Ka'ab, engkau
telah membakar jin Ifrit yang ganas" Ka'ab heran dan berkata: Dengan apa
aku membakarnya?" jawab suara itu: "dengan firman Tuhan "Walaa Ya Uuduhu
Khif-Dzuhumaa wahu wa 'Aliyul Adzim'.

Terdapat keterangan dalam kitab-kitab
Asrarul Mufidah:

Barang siapa mengamalkan membaca Ayatul Kursi, setiap kali
membaca sebanyak lapanbelas kali, insya Allah ia akan hidup berjiwa Tauhid,
dibukakan didalam dadanya dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya,
dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu
segan kepadanya, dipelihara akan dirinya daripada segala bencana dengan izin Allah s.a.w.
Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru
besarnya dari Abi Lababah r.a.RaSulullah s.a.w. membaca Ayatul Kursi
sebanyak anggouta sujut, jadi tujuh kali setiap hari, adalah sebagai
benteng pertahanan (anggouta sujut ada tujuh, yakni dua tapak tangan, dua tapak kaki dua lutut dan kening.)

Syekh Abul 'Abbas Al-Bunni Rahimahullah
menerangkan:

Siapa membaca Ayatul Kursi sebanyak hitungan kata-katanya,
iaitu lima-puloh kali, ditiupkan pada air hujan kemudian di minumnya, maka
insya Allah Tuhan mencerdaskan akalnya dan mudahkannya faham pada pelajaran
yang dipelajari nya.Siapa-siapa yang membaca Ayatul Kursi sebanyak 170
kali, maka dia akan ditolong Allah dalam segala kesusahan dan kecemasan,
dilapangkan dadanya dari dukacita dan dijauhkan dirinya dari malapetaka.
Demikian lah yang terdapat dalam kitab Khazinatul Asrar, halaman 148.

Siapa yang membaca Ayatul Kursi sesudah selesai sembahyang fardhu, Tuhan akan
mengampunkan dosanya. Dan siapa yang membacanya ketika hendak tidur,
terpelihara dia dari ganguan syaitan dan siapa membaca nya ketika ia marah
lalu ia meludah ke sebelah kiri nya maka akan redalah kemarahannya itu.

Syekh Al-Buni menerangkan:

Siapa yang membaca Ayatul Kursi sebanyak
hitungan huruf nya iaitu 170 huruf, maka insya Allah Tuhan akan memberi
pertolongan pada segala hal dan menunaikan segala hajatnya, melapangkan
fikirannya, diluaskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa
yang dituntutnya. Demikian lah yang terdapat dalam tafsir Al-Qudsi.

Sabda Nabi Muhammad s.a.w. dari Abi Qutadah:

Barangsiapa membaca Ayatul Kursi
ketika hendak tidur, maka Allah mewakilkan kepadanya dua orang malaikat
yang menjaga nya selama ia tidur sampai pagi nya.

Abdurrahman bin 'Auf
menerangkan yang terdapat dalam tafsir Al- Qudsi:

Bahawasanya apabila ia
hendak masuk kerumahnya, dibaca nya Ayatul Kursi pada empat penjuru
rumahnya dan ia mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pendinding rumahnya
daripada syaitan.

Terdapat dalam kitab Khasaisul Qudsi ada menerangkan:

Seorang pedagang sedang dalam perjalanan melalui padang pasir
menuju sebuah negeri untuk menjual barang dagangannya. Ia selalu diikuti
oleh rombongan perompak. Setelah malam hari ia membaca Ayatul Kursi
sebanyak tujuh kali dengan I'tikat membuat benteng sekitar dirinya dan sekitar
hartanya sebelum ia tidur. Dibacanya Ayatul Kursi terus menerus sampai tertidur.

Ketika pagi hari dia ditemui oleh beberapa orang yang tidak
dikenali, mereka berkata:"Wahai pedagang, padamu ada rahasia yang ajaib.
Ketika kami hendak merampok harta benda dan membunoh mu malam tadi. Kami
melihat pagar besi yang tidak boleh ditembusi pada sekitar tempat tidurmu.

Berkali kali kami datang ketempat itu, kami tetap melihat adanya pagar
tersebut. Kami tetap melihat adanya pagar tersebut. Kami ingin mengetahui
apakah amalanmu, dan kami berjanji tidak akan lagi megerjakan perkerjaan
yang jahat ini, asalkan saja kamu beritahukan amalan apa yang kamu
kerjakan."Kamudian pedagang itu menerangkan amalannya.

Syekh Al-Buni ada menerangkan:

Siapa yang takut terhadap serangan musuh, hendaklah ia membuat
garis lingkaran dengan isyarat nafas  sambil membaca Ayatul Kursi. Kemudian
 ia masuk bersama-sama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap
kearah musuh, sambil membaca Ayatul Kursi sebanyak kata-katanya, atau
sebanyak huruf-hurufnya. Maka Insya Allah  musuh tidak akan melihatnya dan
tidak akan memudaratkannya.

Syaikhul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi ada menerangkan:

Bahawa siapa yang membaca Ayatul Kursi sebanyak seribu kali
dalam sehari semalam kemudian dawam(atau terus menerus) membacanya sampai
empat-puluh hari, maka demi Allah dan Rasul, demi Al-Quran yang mulia,
Allah akan membukakan baginya pandangan rohani, dikabulkan apa jua kehendaknya
dan diberi pengaruh  kepada manusia. Demikian keterangan yang terdapat didalam
kitab KHAWASUL QURAN.

Abdullah Al-Qurtubi ada menerangkan:

Bahawa Ayatul Kursi ada mengandungi keistemewaan, didalamnya terdapat ismul-a'zam
tersusun dalam 50 kata-kata, terdapat 17 nama Tuhan dhhir dan dhamir, terdapat 17
huruf mim dan 17 huruf waw. Ayatul Kursi membahas keEsa-an zat Allah s.a.w.
dan kesempurnaan sifat-sifat Nya.Terdapat keterangan didalam kitab Durrul-mantsur:

Yang terafhdal dia diantara surah-surah di dalam Al-Quran adalah
Suratul Bagarah dan yang terbesar diantara ayat-ayat dalan syrah Al-Baqarah
 ialah Ayatul Kursi. Sesungguhnya syaitan melarikan diri dari rumah yang
didalamnya dibaca Suratul Baqarah.Terdapat keterangan didalam kitab Itqan:

Bahawa siapa yang membaca empat ayat pada permulaan suratul Bagarah
dan Ayatul Kursi, ditambah dua ayat setelah Ayatul Kursi kemudian ditutup
dengan tiga ayat pada akhir suratul Bagarah, maka dia dan keluarganya tidak
didekati syaitan. Jika dibacakan pada orang gila, niscaya akan sembuh
dengan izin Allah s.a.w.

CARA RASULULLAH (s.a.w.) MENGELAK & MENYEMBUHKAN PENYAKIT




Petikan dari > > > buku Cara Rasulullah S.A.W. mengelak dan menyembuhkan penyakit (Disusun > > > Oleh : Ibnu Qaiyum)
> > >
> > >  
PENYEBAB ROSAKNYA BADAN
> > > Perkara yang menyebabkan rosaknya badan Iaitu perasaan runsing, > > > gelisah,lapar dan tidak tidur malam (bukan tujuan qiyamullai)
> > >
> > >  
MENERANGKAN PENGLIHATAN
> > > Perkara yang boleh menerangkan pandangan dan menyejukkan hati iaitu > > > melihat pada warna hijau, melihat air yang mengalir, melihat > > > orang/barang yang disayangi dan melihat buah (dedaun). Perkara yang > boleh menggelapkan pandangan iaitu berjalan tanpa alas (berkaki ayam), > menyambut waktu pagi dengan wajah murka (masam), banyak menangis dan banyak > membaca tulisan yang kecil-kecil.

> > PENYEBAB WAJAH BERSINAR
 > > Perkara yang boleh menyebabkan wajah kelihatan kering (hilang cahaya) > > > iaitu berdusta, tidak mempunyai perasaan malu, banyak bertanya tanpa > > > ilmu dan banyak berbuat dosa. Perkara yang boleh menyebabkan wajah > > bersinar iaitu menjaga maruah, jujur, dermawan dan takwa.
> > >
> > >  
PERASAAN BENCI
> > > Perkara yang menyebabkan perasaan benci iaitu sombong, dengki, berdusta > > > dan suka mengadu domba.
> > >
> > >  
PERKARA YANG MENDATANGKAN DAN MENYEKAT REZEKI
> > > Perkara yang boleh menyebabkan datangnya rezeki iaitu Qiyamullail > > > (beribadah di waktu malam selepas tidur), banyak membaca istighfar di > > > waktu sahur (masa sebelum masuk waktu subuh), bersedekah dan berzikir di > > > waktu pagi dan petang. Perkara yang menyebabkan rezeki tersekat iaitu > > tidur di waktu pagi, sedikit mengerjakan sembahyang, malas dan khianat.
> > >
> > >  
KEFAHAMAN DAN INGATAN
> > > Perkara yang boleh menyebabkan rosaknya ingatan dan kefahaman iaitu > > > sentiasa makan buah yang masam,tidur pada tengkuk (belakang kepala), > hati sedih dan fikiran runsing.Perkara yang menyebabkan bertambahnya daya > > > ingatan dan kefahaman iaitu kegembiraan hati, sedikit makan dan sedikit > > > minum, mengawal makanan dengan sesuatu yang manis dan berlemak serta > > > mengurangkan kelebihan yang memberatkan badan.
> > >
> > > Sekian, Wassallam.
> > >
> > >  
Maksud firman Allah: Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka > > > jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi > > > tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka > > > mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunaknnya untuk melihat (tanda-tanda > > > kekuasaan Allah), dan  mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak > > > dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai > > > binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah > > > orang-orang yang lalai.
> > > (Al A’raaf:179)


HADIS BERKENAAN JANGGUT

Janggut RASULULLAH S.A.W
Hadits-Hadits Yang Mewajibkan Memelihara Janggut Atau Jambang

Antara hadith-hadith sahih dari Nabi s.a.w yang menunjukkan wajibnya memelihara janggut dan jambang kemudian mewajibkan orang-orang lelaki beriman supaya memotong atau menipiskan misai mereka serta pengharaman dari mencukur atau memotong janggut mereka ialah:

"Abdullah bin Umar berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah janggut kamu dan tipiskanlah misai (kumis) kamu". H/R al Bukhari, Muslim dan al Baihaqi.

"Dari Abi Imamah : Bersabda Rasulullah s.a.w : Potonglah misai kamu dan peliharalah janggut kamu, tinggalkan (jangan meniru) Ahl al-Kitab". Hadith sahih, H/R Ahmad dan at Tabrani.

"Dari Aisyah berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Sepuluh perkara dari fitrah (dari sunnah nabi-nabi) di antaranya ialah mencukur misai dan memelihara janggut". H/R Ahmad, Muslim, Abu Daud, at Turmizi, an Nasaii dan Ibn Majah.

Bagi individu yang menjiwai hadith di atas pasti mampu memahami bahawa Nabi Muhammad s.a.w melarang setiap mukmin dari meniru atau menyerupai suluk (tatacara) orang-orang kafir sama ada dari golongan Yahudi, Nasrani, Majusi atau munafik. Antara penyerupaan yang dilarang oleh baginda ialah berupa pengharaman ke atas setiap orang lelaki yang beriman dari mencukur janggut dan jambang mereka.

Kemudian baginda melarang pula dari memelihara misai (kumis) kerana dengan memelihara misai kemudian mencukur janggut telah menyerupai perbuatan semua golongan orang-orang kafir. Antara motif utama dari larangan baginda itu ialah agar orang-orang yang beriman dapat mengekalkan sunnah supaya tidak mudah pupus di samping mengharamkan setiap orang yang beriman dari meniru tata-etika, amalan dan tata-cara orang-orang kafir atau jahiliah.

Larangan yang berupa penegasan dari syara ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad s.a.w melalui hadith-hadith baginda. Terlalu sukar untuk ditolak atau dinafikan tentang pengharaman mencukur janggut ini kerana terlalu banyak hadith-hadith sahih yang telah membuktikannya dengan terang tentang pengharaman tersebut.

Memang tidak dapat diragukan, antara penyerupaan yang diharamkan oleh Nabi Muhammad s.a.w ialah meniru perbuatan orang-orang kafir yang kebanyakan dari mereka lebih gemar mencukur janggut dan jambang mereka kemudian membiarkan (memelihara) misai mereka sebagai hiasan. Ketegasan larangan mencukur janggut yang membawa kepada penyerupaan masih dapat difahami melalui hadith-hadith baginda yang seterusnya sebagaimana di bawah ini:

"Dari Ibn Umar ra berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Sesiapa yang menyerupai satu satu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka". H/R Ahmad, Abu Daud dan at Tabrani.

"Dari Abi Hurairah ra : Bersabda Rasulullah s.a.w : Bahawasanya ahli syirik memelihara misainya dan memotong janggutnya, maka janganlah meniru mereka, peliharalah janggut kamu dan potonglah misai kamu". H/R al Bazzar.

"Bersabda Rasulullah s.a.w : Janganlah kamu meniru (menyerupai) orang-orang Majusi (penyembah berhala) kerana mereka itu memotong (mencukur) janggut mereka dan memanjangkan (memelihara) misai mereka". H/R Muslim.

"Tipiskanlah misai kamu dan peliharalah janggut kamu. Di riwayat yang lain pula : Potonglah misai kamu dan peliharalah janggut kamu". H/R al Bukhari.

Dari Abi Hurairah berkata : Telah bersabda Rasulullah s.a.w : Di antara fitrah dalam Islam ialah memotong misai dan memelihara janggut, bahawasanya orang-orang Majusi memelihara misai mereka dan memotong janggut mereka, maka janganlah kamu menyerupai mereka, hendaklah kamu potong misai kamu dan peliharalah janggut kamu". H/R Ibn Habban.

"Dari Abdullah bin Umar berkata : Pernah disebut kepada Rasulullah s.a.w seorang Majusi maka beliau bersabda : Mereka (orang-orang Majusi) memelihara misai mereka dan mencukur janggut mereka, maka (janganlah menyerupai cara mereka) tinggalkan cara mereka". H/R al Baihaqi.

"Dari Ibn Umar ra berkata : Kami diperintah supaya memelihara janggut". H/R Muslim.

"Dari Abi Hurairah : Bersabda Rasulullah s.a.w : Cukurlah misai kamu dan peliharalah janggut kamu". H/R Muslim.

"Dari Abi Hurairah berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Peliharalah janggut kamu dan cukurlah misai kamu, janganlah kamu meniru (menyerupai) Yahudi dan Nasrani". H/R Ahmad.

"Dari Ibn Abbas berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Janganlah kamu meniru (menyerupai) Ajam (orang asing dan kafir), maka peliharalah janggut kamu". H/R al Bazzar.

Jumhur ulama (ulama tafsir, hadith dan fiqah) menegaskan bahawa suruhan yang terdapat pada hadith-hadith (tentang janggut) adalah menunjukkan suruhan yang wajib bukan sunnah kerana ia menggunakan lafaz atau kalimah (ÕíÛÉ ÇáÇãÑ) : "nada (gaya) suruhan" yang tegas, jelas (dan diulang-ulang). Lihat : (ÊÝÓíÑ ÇáäÕæÕ) Adib Saleh. Jld. 2 m/s 241.

Larangan Nabi Muhammad s.a.w agar orang-orang yang beriman tidak mencukur janggut mereka dan tidak menyerupai Yahudi, Nasrani atau Majusi telah dilahirkan oleh baginda melalui sabdanya dengan beberapa gaya bahasa dan ungkapan yang jelas, terang dan tegas. Sebagaimana hadith-hadith sahih di bawah ini:

"Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah janggut kamu". H/R al-Bukhari dan Muslim.

"Tinggalkan cara mereka (jangan meniru orang-orang musyrik) peliharalah janggut kamu dan cukurlah misai kamu". H/R al-Bazzar.

"Tinggalkan cara Majusi (jangan meniru Majusi)". H/R Muslim.

"Dan janganlah kamu sekalian menyerupai Yahudi dan Nasrani". H/R Ahmad.

"Janganlah kamu sekalian menyerupai orang-orang yang bukan Islam, peliharalah janggut kamu". H/R al-Bazzar.

Hadith-hadith di atas amat jelas menunjukkan bahawa Nabi Muhammad s.a.w telah mewajibkan kepada setiap orang-orang yang beriman agar memelihara janggut mereka kemudian memotong atau menipiskin misai mereka. Di samping itu mengharamkan mereka dari meniru perbuatan orang-orang kafir, sama ada golongan Yahudi, Nasrani, Majusi, munafik atau orang fasiq yang mengingkari surahan dan melanggar larangan yang terdapat di dalam hadith-hadith sahih tentang janggut dan penyerupaan sebagaimana kenyataan dari hadith-hadith sahih di atas tadi.

Begitu juga jika diteliti beberapa hadith di atas, maka antara ketegasan hadith tersebut ialah melarang orang-orang beriman dari meniru (menyerupai) perbuatan, amalan atau tingkah laku golongan Yahudi, Nasrani, Majusi dan semua orang-orang kafir, iaitu peniruan yang dilakukan dengan cara memotong (mencukur) janggut dan kemudian memelihara pula misai (kumis). Amat jelas dalam setiap hadith di atas suruhan atau perintah dari Nabi Muhammad s.a.w agar orang-orang yang beriman memelihara janggut mereka kemudian memotong atau menipiskan misai mereka. Antara tujuan suruhan tersebut ialah supaya orang-orang yang beriman tidak menyerupai golongan orang-orang kafir tidak kira apa jenis kekafiran mereka. Nabi telah memberi peringatan melalui hadith-hadith sahihnya kepada sesiapa yang melanggar dan mengabaikan perintah syara termauklah memelihara janggut.

Hadith dari Ibn Umar yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tabrani yang telah dikemukakan di atas, perlu dijiwai dan dicernakan di hati setiap mukmin agar sentiasa menjadi panduan dan perisai untuk memantapkan pegangan (istiqamah) dalam memelihara hukum berjanggut. Hadith yang dimaksudkan ialah:

"Dari Ibn Umar ra berkata : Sesiapa yang menyerupai satu satu kaum, maka dia telah tergolong (agama) kaum itu".

H/R Ahmad, Abu Daud dan at Tabrani. Menurut keterangan al-Hafiz al-Iraqi dalam (ÊÎÑíÌ ÇáÇÍíÇÁ) bahawa sanad hadith ini sahih.

Kesahihan hadith di atas dapat memberi keyakinan dan penerangan bahawa sesiapa yang meniru atau menjadikan orang-orang jahiliah sama ada dari kalanganYahudi, Nasrani atau Majusi sebagai contoh dan mengenepikan amalan yang telah ditetapkan oleh agama Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w, maka peniru tersebut akan tetap menjadi golongan kafir yang ditiru selagi tidak bertaubat malah akan terus bersama mereka sehinggalah di akhirat. Kesahihan ini dapat dikuat dan dipastikan lagi dengan hadith sahih di bawah ini:

"Tiga jenis manusia yang dibenci oleh Allah (antara mereka) ialah penganut Islam yang masih memilih (meniru) perbuatan jahiliah". H/R al-Bukhari.

Dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Ibn Umar, Nabi Muhammad s.a.w telah bersabda: "Sesiapa yang meniru (menyerupai) seperti mereka (orang-orang bukan Islam) sehingga ia mati, maka ia telah termasuk dalam golongan (mereka sehingga ke akhirat)".

Memelihara janggut adalah fitrah Islamiyah yang diamalkan oleh semua nabi-nabi, rasul-rasul a.s, para sahabat dan orang-orang yang soleh. Pengertian fitrah Islamiyah boleh difahami dari apa yang telah dijelaskan oleh Imam as Suyuti di dalam kitabnya:

"Sebaik-baik pengertian tentang fitrah boleh dikatakan bahawa ia adalah perbuatan mulia dipilih dan dilakukan oleh para nabi-nabi dan dipersetujui oleh syara sehingga menjadi seperti satu kemestian ke atasnya".

Sirah atau sejarah semua rasul-rasul dan nabi-nabi sehinggalah ke sirah Nabi Muhammad s.a.w serta tarikh semua para sahabat terutama Khulafa ar Rasyidin telah didedahkan kepada kita bahawa mereka semua didapati memelihara janggut kerana mengimani dan mentaati setiap perintah agama dan berpegang kepada fitrah yang diturunkan kepada rasul yang diutus untuk mendidik dan menunjukkan mereka jalan kebenaran. Mereka yakin hanya dengan mentaati Nabi atau Rasulullah s.a.w dalam semua aspek akan berjaya di dunia dan di akhirat. Antara kisah nabi yang terdapat di dalam al-Quran yang disebut dengan janggut ialah kisah Nabi Harun sebagaimana firman Allah:

"Harun menjawab : Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan pula kepalaku". TAHA, 20:94.

Para Isteri Nabi Muhammad s.a.w juga suka melihat Nabi berjanggut sehingga ada yang meletakkan minyak wangi di janggut dan jambang Nabi. Sebagaimana hadith sahih di bawah ini:

"Dari Aisyah Ummul Mukminin berkata : Aku mewangikan Nabi s.a.w dengan sebaik-baik wangi-wangian pada rambut dan janggutnya". Muttafiq alaihi.

"Berkata Anas bin Malik : Janggut Nabi s.a.w didapati lebat dari sini ke sini, maka diletakkan kedua tangannya di pipinya". H/R Ibn Asyakir (dalam Tarikhnya).

Di dalam kitab (ÝÊÍ ÇáÈÇÑí) Jld. 10, M/s. 335, terdapat teks yang ditulis:

"Memelihara janggut adalah kesan peninggalan yang diwariskan oleh (Nabi) Ibrahim alaihissalam wa ala nabiyina as salatu wassalam sebagaimana dia mewariskan (wajibnya) janggut maka begitu juga (wajibnya) berkhatan".

"Dari Jabir berkata : Sesungguhnya Rasulullah lebat janggutnya". H/R Muslim.

"Dari Muamar berkata : Kami bertanya kepada Khabbab, adakah Rasulullah s.a.w membaca (al-Quran) di waktu Zuhur dan Asar? Beliau berkata : Ya! Kami bertanya, dari mana engkau tahu? Beliau menjawab : Dengan bergerak-geraknya janggut baginda". H/R al Bukhari.

"Dari Jabir berkata : Kebiasaannya Rasulullah s.a.w apabila bersikat dimulakan pada rambutnya kemudian pada janggutnya". H/R Muslim.

"Dari Umar berkata : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w lebat janggutnya, di riwayat yang lain tebal janggutnya dan di lain riwayat pula subur janggutnya". H/R at Turmizi.

"Dari Anas bin Malik berkata : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w apabila berwuduk meletakkan tapak tangannya yang berair ke bawah dagunya dan diratakan (air) di janggutnya. Beliau bersabda : Beginilah aku disuruh oleh Tuhanku". H/R Abu Daud.

"Terdapat pada janggut (Nabi s.a.w) janggut yang putih". H/R Muslim.

"Tidak kelihatan uban di janggutnya kecuali sedikit". H/R Muslim.

"Rambut yang putih (uban) di kepala dan di janggut (Nabi Muhammad s.a.w) tidak melebihi dua puluh helai". H/R al-Bukhari.

Semua Para Sahabat r.a Berjanggut

Melalui keterangan yang diperolehi dari hadith sahih, athar dan sirah (sejarah para sahabat) terbukti tidak seorangpun dari kalangan para sahabat yang mencukur janggut mereka dan tidak seorangpun yang menghalalkan perbuatan mencukur janggut. Ini terbukti kerana didapati keseluruhan para sahabat berjanggut. Sebagaimana keterangan dari hadith-hadith di bawah ini:

"Didapati Abu Bakar lebat janggutnya, Uthman jarang (tidak lebat) janggutnya tetapi panjang, dan Ali tebal janggutnya". H/R Turmizi.

"Berkata al-Bukhari : Ibn Umar menipiskan misainya sehingga kelihatan kulitnya yang putih dan memelihara janggut dan jambangnya". Lihat: Fathulbari, jild 10, m/s 334.

"Semasa Ibn Umar mengerjakan haji atau umrah, beliau menggenggam janggutnya, mana yang lebih (dari genggamannya) dipotong". H/R al-Bukhari.

Hadith-hadith di atas bukan sahaja menjelaskan suatu contoh perbuatan Nabi Muhammad, para nabi sebelum baginda dan juga para sahabat yang semua mereka memelihara janggut. Malah hadith-hadith di atas juga merupakan lanjutan yang berupa suruhan dari nabi-nabi dan rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad s.a.w.

Nabi Muhammad s.a.w meneruskan suruhan (lanjutan) tersebut ke atas orang-orang yang beriman supaya memelihara janggut mereka. Anehnya, dalam hal suruhan yang nyata ini dirasakan sukar difahami oleh segolongan para mufti, kadi, imam, ustaz dan alim ulama yang bertibaran di negara ini. Apakah mereka tidak pernah terjumpa (terbaca) walaupun sepotong dari beberapa hadith-hadith sahih sebagaimana yang tercatit di atas yang mewajibkan memelihara janggut sehingga mereka tidak sudi memeliharanya? Jika sekiranya mereka telah terbaca salah satu dari hadith-hadith tersebut mengapa pula tidak mahu menerima dan mentaatinya? Apakah mereka merupakan ulama buta, tuli, pekak dan bisu sehingga tidak dapat melihat, memahami, mengetahui dan menyampaikan sebegitu banyaknya hadith-hadith sahih yang memperkatakan tentang janggut? Mengapa pula suruhan dan larangan syara sebagaimana yang terdapat di dalam firman Allah di bawah ini tidak mereka sedari?:

"Dan apa yang disampaikan oleh Rasul maka hendaklah kamu ambil (patuhi) dan apa yang ditegah kamu (dari melakukannya) maka hendaklah kamu tinggalkan". AL HASYAR, 59:7.

Ayat di atas memberi penekanan agar setiap orang-orang yang beriman bersikap patuh (taat), sama ada patuh dengan cara melaksanakan segala apa yang disuruh oleh Allah dan RasulNya atau patuh dengan cara meninggalkan segala apa yang telah dilarang atau diharamkan.

Orang-orang yang beriman tidak boleh mencontohi sikap Iblis yang enggan mematuhi suruhan Allah s.w.t apabila diarah supaya sujud kepada Nabi Adam a.s. Iblis dilaknat kerana mengingkari satu suruhan Allah. Keengganan mematuhi suruhan Rasulullah s.a.w samalah seperti mengingkari suruhan Allah kerana mentaati Rasulullah adalah asas mentaati Allah, maka mereka yang tidak mahu mematuhi arau mentaati suruhan Rasulullah s.aw yang diulang berkali-kali supaya memelihara janggut dan jambang dengan alasan berjanggut itu tidak kacak, selekeh, kelihatan comot dan sebagainya. Maka keingkaran dan alasan seperti ini ditakuti menyerupai alasan Iblis dan petanda yang mereka telah mewarisi sikap Iblis yang bongkak, biadab, bangga diri dan akhirnya ia dikekalkan di nereka hanya lantaran tidak mahu mematuhi satu-satunya suruhan Allah s.w.t iaitu sujud kepada bapa sekalian manusia..

Mentaati Allah dan Rasulnya dalam setiap aspek adalah bukti kukuh yang menandakan seseorang itu benar-benar mencintai Allah s.w.t dan RasulNya, kerana syarat untuk mencintai Allah dan RasulNya ialah ketaatan. Sebagaimana firman Allah:

"Katakanlah jika kamu (benar-benar)mencintai Allah, ikutlah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". ALI IMRAN, 3:31.

Cinta perlukan pembuktian walaupun dalam hal atau perkara yang kecil dan dianggap remeh. Sikap orang-orang yang beriman apabila mengetahui bahawa Allah dan RasulNya telah menetapkan sesuatu hukum dan menyeru mereka supaya mematuhinya, maka oleh kerana cinta mereka yang bersangatan terhadap Allah dan Rasulnya maka mereka akan mematuhinya tanpa banyak persoalan. Kepatuhan mereka adalah benar-benar didorong oleh rasa cinta kepada Allah dan RasulNya sebagaimana firman Allah:

"Sesungguhnya jawaban orang-orang yang beriman apabila mereka diseru kepada Allah dan RasulNya agar menghukum di antara mereka, ucapan mereka ialah : Kami mendengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung".AN NUUR, 24:51.

DOSA MENDATANG DALAM 4 PERINGKAT



Dosa Peringkat Pertama..
Seseorang membuat dosa serta lambat menyesali perbuatannya atau pun lambat
bertaubat atas dosanya.... Ini adalah peringkat awal bagi orang yang membuat
dosa.. Jika seseorang itu berterusan membuat dosa pada peringkat pertama
ini, maka ia akan secara automatik akan naik kedosa peringkat kedua..

Dosa Peringkat Kedua...
Seseorang itu akan membuat dosa dan tidak merasai apa-apa diatas
perbuatannya... Peringkat ini amat bahaya kerana ianya adalah bibit bibit
permulaan yang boleh menggugurkan iman seseorang..

Dosa Peringkat Ketiga..
Seseorang itu membuat dosa dan merasa bangga dengan perbuatan dosanya....
Peringkat ini akan sampai kepada suatu situasi dimana orang yang membuat
dosa mula merasa sombong, bongkak dan riak Ucapannya juga akan membawa
kepada unsur MURTAD.. Contohnya ucapan, "Aku minum arak ni biasa
ajee..setakat sebotol tak mabuk lagi. "Selepas peringkat ini seseorang itu
akan sampai ke peringkat keempat..

Dosa Peringkat Keempat..
Seseorang itu akan membuat dosa, bangga dengan perbuatannya dan mula
MEMANDANG HINA ATAS KEBAIKAN ATAU KEBAJIKAN... Pada peringkat ini orang
tersebut mula mencabar Al-Quran, Hadis & Sunnah kerana sifat sombong,
bongkak dan riak sudah sepenuhnya menguasai diri..

Oleh itu hendaklah kita sentiasa berkira-kira tentang perbuatan kita setiap
hari dan cepat cepat bertaubat atas kesilapan atau perbuatan kita yang
berdosa dan masuklah kita di kalangan orang orang yang bertaqwa disisi
Allah..

Seseorang sahabat pernah bertanya kepada Rasullullah, "Wahai Rasulullah akan
adakah orang yang menyeru kearah kejahatan dan dosa setelah datangnya islam
yang lengkap ini." Rasullullah menjawab," Ia, memang akan ada pendakwah
neraka di akhir zaman setelah datang islam yang lengkap." Sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah apa yang perlu aku lakukan sekiranya aku bertemu zaman itu
dan pendakwah neraka tersebut. "Rasulullah menjawab, "Hendaklah kamu cari
ulama ulama benar (ulama pewaris nabi) dan berpeganglah kamu kepadanya dan
jangan sekali kali kamu lepas darinya."

Wallahualam...

RAHSIA SELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W


  
Rasullullah S.A.W telah bersabda bahawa, " Malaikat Jibrail,
Mikail, Israfil Dan Izrail A.S telah berkata kepadaKu.

Berkata Jibrail A.s.: " Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca
selawat keatasmu tiap tiap hari sebanyak sepuluh kali (10x), maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian Siratul Mustaqim seperti kilat menyambar."
          
Berkata pula Mikail A.S.: Mereka yang Berselawat keatas kamu maka aku beri mereka itu minum dari telagamu."
          
Berkata pula Israfil A.S.: " Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."
          
Malaikat Izrail A.S pula berkata.: " Bagi mereka yang berselawat
keatasmu,akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku
mencabut ruh para nabi-nabi."

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W? Para malaikat
Memberi jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat keatas
Rasulullah S.A.W.Dengan kisah yang dikemukan ini, diharap pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W.Mudah-mudahan kita
menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Insya Allah.

4 IBU UTAMA

  Nabi S.A.W bersabda yang bermaksud : Ada 4 di pandang sebagai ibu iaitu : 

  1 ) Ibu dari segala UBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
  2 ) Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERCAKAP.
  3 ) Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA..
  4 ) Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR
   
  Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan Kesabaran..
   
  Beberapa kata renungan dari Qur'an :
   
Orang yang tidak melakukan sholat pada :
Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Zhuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Asar : Dijauhkan dari kesehatan / kekuatan
Magrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
Isha' : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya
   
Al-Quran:
Sembahyanglah sebelum kau disembahyangkan oleh orang lain..
   

APA TUHAN ITU ADA?

 
 
Ada seorang pemuda yang lama bersekolah di negeri
asma kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada 
orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang 
bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
 
 Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab
 pertanyaan-pertanyaan saya?
 Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya
 akan menjawab pertanyaan anda
 Pemuda: Anda yakin? sedang Profesor dan banyak
 orang pintar saja tidak mampu menjawab
 pertanyaan saya.
 Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
 Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan
 1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan
 wujud Tuhan kepada saya
 2. Apakah yang dinamakan takdir
 3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari
 api,tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka memiliki unsur yang sama.
 Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu? Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi
 si Pemuda dengan keras.
 
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
 
 Kyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah
 jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda
 ajukan kepada saya
 Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
 Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
 Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit
 Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
 Pemuda: Ya
 Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
 Pemuda: Saya tidak bisa
 Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita
 semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu
 melihat wujudnya.
 Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan
 ditampar oleh saya?
 Pemuda: Tidak
 Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan
 menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
 Pemuda: Tidak
 Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir
 
 Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan
 untuk menampar anda?
 Pemuda: kulit
 Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
 Pemuda: kulit
 Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
 Pemuda: sakit
 Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka
 terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak
 maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan
 untuk syeitan.